Malam semakin larut di ruang tengah apartemen yang mulai tampak lengang. Kardus-kardus penataan barang untuk kepindahan esok hari sudah menumpuk di dekat pintu. Reyhan terduduk di atas lantai beralaskan kain tipis, jemarinya memegang isolasi perekat dengan gerakan yang terhenti. Di hadapannya, Malikha sedang mengemas beberapa buku agama dan draf catatan pribadi ke dalam wadah yang lebih kecil."Mas Reyhan, tolong tatap saya," panggil Malikha dengan suara yang teratur, amat teduh namun menyimpan ketegasan yang tak bisa ditawar.Reyhan mendongak, mendapati pandangan istrinya yang begitu jernih. "Ada apa, Malikha? Jika kamu merasa lelah, biarkan aku yang menyelesaikan sisa kardus ini. Kamu harus beristirahat untuk kepindahan kita besok pagi.""Bukan masalah kelelahan fisik yang ingin saya bicarakan, Mas," tutur Malikha sembari meletakkan buku di tangannya. Ia memperbaiki posisi duduknya, menjaga jara
Baca selengkapnya