"Aku kan perlu tahu seluk beluk warisan ini, Yah!" dengus Teja meski sedikit malu dan merah pipinya. "Itulah, Ja. Selain berukuran super, milik kamu yang sudah ditingkatkan sama lilitan kain warisan leluhur kita itu juga punya daya tahan yang tinggi. Kamu inget pas ayah tendang bagian itu kapan hari, kan?" ucap Toni. Teja mengangguk namun bingung bagaimana harus menanggapinya. “I-iya sih, tapi kan—” "Kamu nggak bakal mudah orgasme," lanjut sang ayah tajam dan tegas. Mendengarnya, mulut Teja langsung ternganga. "Waduh, Yah. Derita jiwa raga dong kalau kayak gini?! Percuma aja punya batang segede kaki gajah kalau nggak bisa muncrat!" protes Teja frustasi. Toni tersenyum singkat dan menggeleng. "Di dunia ini nggak ada yang percuma atau sia-sia, Ja. Semua ada guna dan manfaatnya, hanya saja kamu belum nemu," jawabnya bijak. "Kenapa gitu, Yah?" Teja semakin bingung dibuatnya. "Pakai logikamu, Nak. Coba kamu hitung, kalau enam wanita dikalikan sepuluh kali peningkatan energi Qi, berar
Terakhir Diperbarui : 2026-06-10 Baca selengkapnya