"TUNGGU SEBENTAR!!" Teriakan Aurel terdengar kencang di ruang keluarga itu. Saking kerasnya sampai terasa seperti petir yang menyambar di siang bolong. Rayyan dan Chintya spontan memegang telinga. Di samping Aurel, Vanya sudah menutupi seluruh kepalanya dengan bantal sofa. "Kenapa kau berteriak begitu, Aurel?" tanya Chintya. "A-aku.. Aku..."Ketika tersadar, Aurel mendapati Rayyan, Chintya, dan Vanya menatapnya dengan heran. "Aurel?" tanya Chintya sekali lagi. "Kamu tidak apa-apa?""A-ah.. Aku, aku tidak apa-apa, kok." "Sungguh?"."i-iya, iya." jawab Aurel terbata-bata. Melihat gelagat Aurel yang mencurigakan membuat Rayyan mengerutkan keningnya. Sekilas ia bisa merasakan kemiripan Aurel dengan cosplayer perempuan yang sudah ia selamatkan. Gaya bicara yang canggung dan kedua tangan yang tidak bisa diam saat menjawab pertanyaan. Dua hal itu adalah h
Baca selengkapnya