"Laras!?" Fatih membeku di ambang jendela kamarnya, saat melihat sosok yang berdiri di halaman samping rumahnya. Di tengah gerimis yang semakin deras, seorang gadis berdiri diam dengan kedua tangan menyilang di depan dada, seolah berusaha mengusir dingin yang menggigit. Rambut panjangnya basah kuyup, menempel di pipi dan lehernya.Namun, tatapannya lurus menatap Fatih, bahkan hampir tak berkedip. Ekspresi wajahnya datar seperti biasanya, meskipun bibirnya terlihat bergetar.Cahaya kilat yang menyambar di langit sesekali menerangi halaman, memperjelas sosok itu.Laras.Fatih tidak mungkin salah mengenalinya.Gluduk!Gluduk!Duarrrrrrr!Tiba-tiba, suara guntur yang menggelegar menyadarkan Fatih dari keterkejutannya. Ia segera melompat dari jendela dan menghampiri Laras."Laras, ayo ikut aku, di luar hujan," ajak Fatih, merangkul pundak Laras. Laras terap diam karena memang dia bisu. Namun, tatapannya tidak lepas dari wajah Fatih.Fatih membantu Laras naik ke jendela kamarnya. Ia cepa
Terakhir Diperbarui : 2026-06-06 Baca selengkapnya