Pertanyaan dingin yang keluar dari bibir pucat Rosalynd membeku di udara. Aliran darah di tubuh Kenneth seolah ikut membeku. Sang Kaisar Tiran membisu kaku, menatap sepasang netra redup istrinya dengan dada nya yang sesak karena rasa bersalahnya yang dalam. Lidahnya kelu, tak sanggup lagi merangkai kebohongan baru di hadapan wanita yang baru saja mencelakakan nyawa nya sendiri. Belum sempat Kenneth menjawab, pintu ruangan kembali terbuka pelan. Kepala dokter melangkah masuk bersama dua asistennya dengan membawa obat dan kain kasa bersih. "Permisi, Yang Mulia. Mohon izin, saya harus memeriksa kembali denyut nadi dan luka pendarahan pada pergelangan tangan Selir Rosalynd." Izin kepala dokter sambil membungkuk hormat, memecah keheningan di antara sepasang suami istri yang sedang bersitegang. Kenneth bangkit perlahan dan mempersilahkan dokter untuk memeriksa kondisi istrinya, meski jemari tegapnya enggan melepaskan genggaman Rosalynd. Dengan mata kepalanya sendiri, Kenneth terus memper
Read more