"Mas Banyu... saya ingin pulang," ucap Bening tiba-tiba.Banyu yang baru saja berbalik hendak pamit, langsung menghentikan langkah. Dia menatap Bening yang kini meremas ujung selimut."Daripada di sini, lebih baik saya di rumah saja," tambah wanita itu lirih.Banyu menarik napas panjang, menimbang sejenak. Apa yang dikatakan Bening tidak salah. Di puskesmas atau di rumah, sama-sama tidak ada keluarga yang menjaga. Bedanya, di rumah Bening mungkin bisa merasa lebih tenang."Baik, biar saya urus ke dokter dulu."Banyu bergerak cepat. Dia merampungkan administrasi kepulangan Bening sebelum mengantarnya kembali ke rumah. Pria itu memastikan Bening turun dari mobil dengan aman, merebahkannya di ranjang, bahkan menyiapkan makanan di meja.Namun, tepat sebelum Banyu melangkah keluar untuk kembali ke kantor desa, pintu depan rumah Bening diketuk kasar. Bu RT dan Bu RW masuk tanpa diundang, langsung melenggang menuju kamar dengan wajah masam.Bahkan mereka hanya menyapa Banyu dengan anggukan.
Read More