Ruangan privat itu tiba-tiba menjadi sangat sunyi.Tangan Izzy yang terangkat di udara membeku. Jantungnya berdetak semakin cepat tanpa bisa dikendalikan. Dia menahan napas, seolah sedang menunggu sebuah vonis.Setelah lama terdiam, suara Arsa terdengar datar, "Aku menganggapnya sebagai adik.""Adik?!" Suara teman-temannya langsung meninggi. "Dia temani kamu selama tiga tahun dan kamu cuma anggap dia sebagai adik? Arsa, jangan bilang kamu masih mikirin Lyra? Waktu kamu kecelakaan dulu, dia bahkan nggak peduli sedikit pun dan langsung pergi. Sekarang setelah kamu sembuh, dia malah kembali. Siapa pun yang kamu sukai, jangan sampai itu dia!"Arsa tidak menjawab.Berdiri di luar pintu, Izzy merasa jantungnya seperti diremas dengan kejam. Terkadang, diam adalah jawaban yang paling jelas. Izzy mengira kebersamaannya selama tiga tahun bisa ditukar dengan ketulusan hati.Ternyata, di dalam hati Arsa selalu hanya ada satu orang, yaitu wanita yang pernah meninggalkannya.Tiga tahun lalu, Arsa ma
Read more