"Ke luar negeri?!"Ekspresi Arsa langsung berubah. Dia mendadak berdiri dan menatap Juwita. "Apa maksud Ibu?"Mungkin karena tidak menyangka reaksinya akan sehebat itu, tatapan Juwita langsung menghindar. Ucapannya pun mulai terbata-bata, "Maksud apa ... Kamu pasti salah dengar!"Setelah berkata demikian, dia buru-buru berbalik hendak pergi.Namun, Arsa bergerak lebih cepat. Dalam sekejap mata, dia sudah berdiri di depan Juwita dan menghalangi jalannya. Dia menutup seluruh jalan keluar tanpa menyisakan celah. Meski tidak mengucapkan sepatah kata pun, sikapnya sangat tegas dan sama sekali tidak berniat memberi jalan.Juwita bahkan merasa, jika dia tidak menjelaskan semuanya, Arsa bisa terus berdiri di sana dan memaksanya sampai kapan pun. Seketika, rasa tidak senang muncul dalam hatinya.Cuma Izzy saja, 'kan? Apa perlu sampai memojokkan ibunya sendiri demi seorang wanita seperti itu?"Benar, dia pergi ke luar negeri. Memangnya kenapa?"Melihat reaksi Juwita, lalu mengingat sikap aneh ib
Read more