Nyonya Selin berusaha menahan diri, dia benar-benar belum siap kalau terpergok sekarang, bukan hanya pernikahannya yang hancur, bahkan keluarganya juga . "Bayu, Bayu... tunggu...." "Nggak bisa, Nyonya. Nyonya lihat ini sudah sebesar ini, milik saya udah nggak tahan pengen masukin nyonya," bisik Bayu, menggigit pelan cuping telinga nyonya Selin, membuat desahan basah lolos dari bibir cantik sang nyonya. "Nyonya, bilang, nyonya butuh saya apa enggak? Karena saya nggak bakal ngasih kesempatan dua kali, kalo kali ini nyonya bilang nggak butuh sama saya," ucap Bayu, kali ini meremas kedua melon nyonya Selin yang membuat wanita itu memejamkan mata dengan ekspresi pasrah, Bayu benar-benar tahu titik lemahnya sehingga nyonya Selin tak bisa berkutik lagi. "Iya... terserah kamu... aku butuh kamu, Bayu..." balas nyonya Selin putus asa, sepenuhnya menyerah pada dominasi pemuda itu. Nyonya Selin menarik kerah kemeja Bayu hingga beberapa kancingnya terlepas paksa, lalu mencium rahang dan
Read more