Lucas memindahkan fokus matanya dari Ivy ke Pak Darwin yang kini berdiri tak jauh darinya. Dia terlihat sangat cemas—akting yang begitu natural, sampai-sampai Pak Darwin yang tadi masih memasang wajah galak, mulai melunak dan ikut memasang ekspresi khawatir, terlebih setelah melihat sendiri wajah Ivy yang tampak pucat.Di dalam dekapan Lucas, jantung Ivy bertalu begitu kencang. Ia bahkan harus mengatur napas agar dadanya tidak naik-turun terlalu kentara. Saking tegangnya, jemari Ivy tanpa sadar meremas ujung seragam Lucas, menyalurkan rasa takutnya jika sampai sandiwara ini terbongkar. Lucas yang merasakan remasan itu sengaja mengeratkan pelukannya, memberi isyarat tak bersuara agar Ivy tetap tenang."Maaf, Pak Darwin. Saya juga tidak tahu pasti apa yang terjadi. Tadi saya melihat dia berjalan agak sempoyongan saat menuruni tangga. Karena situasinya tampak berbahaya, saya berniat menghampirinya. Namun, dia sudah tidak sadarkan diri sebelum saya sempat bertanya.""Ya, sudah. Tolong
อ่านเพิ่มเติม