Suasana di ruang rawat inap Nabila siang ini terasa sangat menegangkan. Mama Saras berhasil membujuk Diana untuk datang bersama ke rumah sakit. "Di," panggil Nabila saat melihat wajah jutek Diana. "Jangan panggil gue, seolah lo nggak ada salah sama gue. Salah lo gede banget, Nabila!" ketus Diana, yang langsung mendapati tatapan tajam dari Dewa. "Di, jangan begitu sama Nabila. Mau gimana pun dia sahabat kamu," ucap Dewa yang melihat wajah pucat Nabila dan matanya yang sudah berkaca-kaca. "Itu dulu, Yah. Sekarang aku nggak sudi punya sahabat modelan dia. Gue pikir lo orang yang baik-baik, Bil, tapi nyatanya lo lebih buruk daripada pelacur!" "Diana! Jaga ucapan kamu!" bentak Dewa, suaranya meninggi hingga membuat seisi ruangan terkesiap. "Ayah gak pernah mendidik kamu untuk bicara sekasar itu!" Diana tertawa hambar, matanya memerah menahan amarah yang membakar dada. "Kenapa, Yah? Ayah merasa tersindir? Atau ayah nggak terima perempuan ini aku katain?" "Diana, cukup!" sela Mama S
Last Updated : 2026-06-14 Read more