Suasana Malam ini, di kamar dewa dan Nabila terasa sangat hangat. Dewa memijat lembut kaki Nabila yang terasa pegal namun, lama kelamaan pijitan pria itu berubah menjadi elusan di paha sang istri. Nabila yang awalnya memejamkan mata menikmati pijitan di kakinya, langsung membuka mata dan menatap Dewa dengan tatapan curiga bercampur geli. "Heh... pijit ya pijit, Mas. Kenapa malah merembet ke paha?" protes Nabila sambil menepis pelan tangan suaminya. Dewa terkekeh pelan, wajahnya tampak tidak berdosa sama sekali. Ia menarik kembali tangannya, lalu melanjutkan memijat bagian betis sang istri. "Kamu kemarin janji loh sayang malam ini," "Aku takut Mas," "Mas bakal pelan-pelan kok. Boleh ya?" Dewa menghentikan pijitannya, lalu merangkak naik dan menatap lekat istrinya. "Nggak usah takut, Sayang. Mas bakal pastikan kamu nyaman," bisiknya lembut. Tanpa menunggu jawaban, Dewa melabuhkan ciuman hangat di kening, turun ke kelopak mata, hidung, hingga akhirnya membingkai bibir Nabila. Ciu
Baca selengkapnya