Detik berdetak. Hingga lewat tengah malam. Dua insan itu saling diam, tenggelam dengan pikiran masing-masing. Arga masih terjaga sepenuhnya di atas sofa, menatap arah ranjang, sedangkan Anna mulai lelah dan tidak bisa lagi menahan kantuknya. ‘Dia sudah tidur?’ Arga tersenyum tipis. Akhirnya Anna tertidur juga, itu artinya tidak terlalu waspada padanya. Masih bisa meninggalkan kesadaran, meski agak telat. ‘Aku yakin, di lubuk hatimu masih masih ada tempat untukku, Anna,’ batinnya. Tetapi, Arga tidak lekas ikut tidur. Dia justru memposisikan tidur miringnya, agar lebih leluasa menatap istrinya yang sudah bernafas teratur. Belum genap satu jam terlelap, Anna mulai bergerak gelisah di atas ranjang. Keningnya berkerut dalam, napasnya memburu, dan kedua tangannya mencengkeram erat ujung selimut. “Jangan ... tolong jangan ... jangan ...” gumam Anna, terdengar bergetar penuh ketakutan. “Kenapa dia?” Mendengar suara itu, Arga sontak beranjak dari sofa. Dia melangkah cepat, lalu naik ke
Baca selengkapnya