“Itu Kak Natha, kan? Dia yang kirim pesan ke kamu?” tanya Keira penasaran, membuyarkan lamunan Sandy yang masih terpaku menatap detail helm di layar ponselnya.“Iya,” jawab Sandy.“Kirim pesan apaan? Sini lihat!” Bianca merebut ponsel Sandy saking penasarannya.Setelah membaca pesan itu, Bianca mengembalikan ponselnya.“Buruan bales! Aku penasaran ngapain dia nanya kamu lagi di mana?”“Nggak, ah, males. Biarin aja,” jawab Sandy.“Eh, kok gitu sih… Kasihan tahu kalau dicuekin,” timpal Bianca."Lagian dia tahu nomorku dari mana, ya?" gumam Sandy."Dia kan Ketua OSIS, San. Mau nyari nomor ponselmu tinggal buka data anak baru," sahut Keira santai.Sandy cuma manggut-manggut."Udah, bales dulu! Kasihan itu cowok ganteng nungguin," desak Bianca.Karena terus didesak Bianca, Sandy pun mengetik di ponselnya dengan jari sedikit gemetar. Setelah berdebat dengan Keira tentang isi pesannya, Sandy akhirnya mengirim balasan singkat.Sandy: Di rumah Bianca, Kak. Ada apa, ya?Beberapa detik kemudian,
Read more