Aku turun ke ruang tengah jam delapan pagi, masih dengan pikiran yang belum sepenuhnya lepas dari pikiran-pikiran yang mengganggu fokus.Suasananya ramai khas penghuni shared house, Isabel dan Sam duduk besisian sedangkan Jisoo berada di tengah mereka seperti seseorang yang sedang menghadapi interogasi.“Jadi kenapa kamu memutuskan kencan buta? Udah putus asa banget, kah?” Isabel tersenyum jahil ke arah Jisoo.“Bukan urusan kamu. Please stop nanya!” Jisoo terlihat kesal, tapi malah membuat duo itu makin semangat.“Eh, tapi serius deh kencan buta itu kayak judi. Bisa dapet jodoh impian, tapi bisa juga dapet drama horor,” goda Sam.“Makasih banget motivasinya, Sam.” Jisoo hampir melempar sendok padanya.“Jangan berlebihan deh, Sam.” Isabel membela, kali ini memihak Jisoo.Sam mengangkat bahu. “Aku cuma realistis.”Aku tersenyum kecil mendengar keributan itu sambil mengambil tempat duduk di kursi kosong.“Pagi, Mia,” sapa Bara dari arah dapur, dia berdiri di depan kompor dengan apron luc
آخر تحديث : 2026-06-27 اقرأ المزيد