Aku langsung menegakkan punggung setelah mendengar kabar itu, pikiran yang tadinya kacau harus ku kesampingkan sementara.“Aku lagi ketahan sama mentor dan nggak bisa pergi sekarang. Mia, bisa tolong jemput Jisoo nggak? Aku nggak enak minta tolong tapi aku nggak ada pilihan lain sekarang.” Suara Jiyeon bergetar, terdengar sangat khawatir pada kembarannya itu.“Tenang, aku yang akan pergi jemput Jisoo,” ucapku berusaha menenangkan. “Kamu tau dia ada di mana?”“Terakhir dia kabarin aku sih di bar, aku kirimin alamatnya ya.”Satu pesan masuk di kolom chat, tempat asing yang belum pernah ku datangi.“Oke, aku udah terima alamatnya,” kataku sambil bergerak mengambil tas di atas meja dapur.“Makasih banget, Mia. Hati-hati ya.”Setelah menutup telepon aku mengecek alamat itu sekali lagi, berjalan tergesa-gesa menuju pintu sampai tidak menyadari ada yang hendak masuk dari luar dan kami hampir bertabrakan.“Mia?”Bara berdiri di ambang pintu, masih mengenakan jas dan kemeja kerja dengan dua ka
آخر تحديث : 2026-06-29 اقرأ المزيد