Mereka telah berjalan beberapa jam ketika matahari mulai tinggi. Kabut telah menyusut, memperlihatkan pemandangan hutan yang luas di sekeliling mereka. Di kejauhan, Gunung Agni terlihat samar-samar, puncaknya diselimuti awan putih.“Kita akan beristirahat sebentar di sana,” kata Ratna, menunjuk ke sebuah gua kecil di sisi bukit. “Ada mata air di dalamnya, dan tempat itu cukup tersembunyi.”Mereka masuk ke dalam gua yang sejuk dan gelap. Ratna menyalakan lentera kecil dari tasnya, menerangi dinding batu yang basah oleh tetesan air. Di bagian dalam, memang ada mata air kecil yang mengalir jernih.Saat Wisanggeni minum, ia tiba-tiba merasakan getaran aneh di dadanya. Api suci berdenyut lebih cepat, seperti peringatan.“Ada yang tidak beres,” katanya, berdiri tegak.Ratna juga merasakannya. “Energinya berat. Seperti ada sesuatu yang mengintai.” Ucapnya dengan waspada.Dari luar gua, terdengar suara langkah kaki yang banyak dan berat. Lalu suara yang serak dan dingin, yang jelas bukan bera
Last Updated : 2026-07-05 Read more