Setelah wanita itu pergi meninggalkan gedung pelatihan dengan mobil mewahnya, Marco berjalan masuk dan mulai bergabung dengan para atlet lainnya.Kenji, Dimas, maupun Rafi mulai mengerumuni Marco dengan ekspresi penasaran dan senyum-senyum jahil yang sangat ketara.“Bro, tumben dianter Selena? Lagi sayang-sayangnya, ya?” tanya Kenji sambil merangkul Marco. “Jadi, kalian udah official?”Dimas tampak menyikut Kenji. “Kemarin main di loker sama adiknya Coach. Eh, sekarang kamu di anter sama Selena. Sisain dikit cewek buat kita dong, Marco.”Marco hanya melirik mereka sekilas dengan ekspresi acuh tak acuh. Ia melepas tas olahraga yang ia tenteng dan melemparnya ke bangku tanpa berkata apa-apa, seolah obrolan itu tidak menarik perhatiannya sama sekali.Kenji tidak menyerah, “Eh, jangan diem dong. Cerita dikit lah. Hubungan kalian udah sejauh mana, sih?”Marco hanya mendengus pelan, lalu tersenyum miring sambil melepaskan rangkulan tangan Kenji dari pundaknya. “Pik
Last Updated : 2026-07-08 Read more