Setelah berjalan bersama dengan Ki Sutopo, dan cucunya, Intan Agni, Panji tak lagi mengejar rombongan guru Sahdan, tapi Panji memilih untuk ikuti Ki Sutopo dan cucunya.Tapi ada satu hal yang membuat Panji heran, mereka tak memburu waktu, seolah-olah turnamen itu tak penting bagi mereka."Sepuh, apa kalian tidak takut terlambat?" tanya Panji."Hahah, tidak! Karena cucuku sudah mendapatkan nomor urut!" kata Ki Sutopo."Nomor urut?" tanya Panji."Iya, nomor untuk kapan bertanding!""Jadi dia sudah tahu kapan untuk bertanding?" tanya Panji."Iya, memangnya kau belum memiliki nomor urut, Panji?" tanya ki Sutopo."Belum, sepuh!""Kenapa tidak kau katakan dari awal! Dasar bocah bodoh!" bentak Ki Sutopo."Aku sungguh tak tahu soal itu, sepuh!""Dasar bodoh! Nomor urut itu penentuan kapan kau bertarung, dan jika kau bertarung di nomor yang kecil maka kau akan bertarung lebih dahulu!""Bagaimana ini?" tanya Panji."Besok turnamen itu akan dimulai dan jarak kita menuju kota Malengka masih ada t
最終更新日 : 2026-07-20 続きを読む