Meskipun merasa ragu, tapi Panji tetap datang ke api unggun yang dia buat, dan orang yang Panji lihat malah tersenyum padanya. Tapi, Panji masih curiga, karena dia tahu kalau di hutan itu tidak ada satu pun orang, jadi Panji memperlihatkan wajah dan gerakan yang waspada. "Hei, sikap apa itu? Apa kau akan menyerangku, bocah?" kata sosok itu. "Siapa kau?" tanya Panji."Aku Ki Ageng!" "Ki Ageng, aku tak kenal dengan dirimu!" kata Panji."Hahaha, untuk itu mari kita berkenalan, aku Ki ageng, kau siapa, bocah?" kata lelaki yang sudah penuh dengan rambut putih. "Aku Panji!" jawab Panji masih dengan wajah yang waspada. "Hahah, Panji, aku yang tadi berikan petunjuk padamu. Bukankah kau meminta aku keluar, agar kau bisa mengucapkan terima kasih?"Wajah Panji berubah, dan tersenyum hangat pada Ki Ageng. Tanpa ragu Panji berlutut pada Ki Ageng. "Maafkan aku yang bodoh ini, kakek!" kata Panji."Hei, jangan berlutut padaku, duduklah di sampingku!" kata Ki Ageng dan menarik tubuh Panji dan m
最終更新日 : 2026-07-11 続きを読む