Hans mengangkat kepalanya, matanya dipenuhi tekad. "Ayah, aku ingin menemukan Stella. Aku harus menemukannya."Ayahnya Hans sangat marah hingga wajahnya merah padam. "Ikut aku pulang sekarang juga! Jangan mempermalukan diri di sini lagi!" serunya dengan tegas.Selesai berbicara, dia melambaikan tangan kepada para pengawalnya dan memerintahkan. "Pukul dia sampai pingsan, lalu bawa dia pergi!"Para pengawal maju dan meraih lengan Hans. Hans berusaha meronta, suaranya terdengar putus asa. "Lepaskan aku! Aku harus menemukan Stella! Aku harus menemukannya!"Namun, sekeras apa pun dia meronta, para pengawal itu tidak mau melepaskannya. Mereka memukul bagian belakang lehernya. Pandangan Hans berubah menjadi gelap, dan pingsan.Ketika dia terbangun kembali, dia sudah berada di kediaman Setiawan. Tangan dan kakinya terikat ke tempat tidur, dan dia tidak bisa bergerak. Ayahnya berdiri di samping tempat tidur, memegang cambuk di tangannya, sambil memasang wajah sedingin es."Hans, aku tanya kamu
Baca selengkapnya