Jam di dinding baru saja menunjukkan pukul sebelas malam. saat suara pintu depan terbuka terdengar memecah keheningan rumah besar itu. Arkana melangkah masuk dengan langkah berat, dasi sudah longgar tergantung di leher, kemejanya sedikit kusut, dan kantung matanya terlihat jelas menandakan kelelahan yang menumpuk seharian. Namun langkahnya seketika kaku saat melihat sosok yang sudah menunggunya di ruang tengah. Nadia duduk tegak di sofa utama, punggungnya lurus sempurna, jari-jarinya mengetuk pelan sandaran sofa dengan ritme yang menunjukkan ketidaksabaran. Wajahnya tanpa ekspresi, tapi matanya yang menatap ke arah Arkana memancarkan keinginan yang tak bisa dibendung. Seolah-olah rumah ini memang miliknya, dan wanita yang statusnya sah berdiri di samping Arkana hanyalah tamu tak diundang yang tinggal menunggu waktu kapan saja untuk pergi. "Kamu pulangnya lama banget sih?," tegur Nadia pelan namun tajam, lalu ia berdiri dan melangkah cepat menghampiri Arkana.
Last Updated : 2026-07-16 Read more