Gramedia Kings selalu menjadi bahan perbincangan seru di kalangan pecinta buku, terutama mereka yang suka ngumpulin koleksi terbitan eksklusif. Edisi terbaru yang aku tahu baru aja keluar sekitar awal bulan lalu, tepatnya tanggal 5 kemarin. Aku langsung buru-buru ke toko buku karena edisi ini katanya ada bonus eksklusif poster karakter dari novel fantasi populer. Biasanya mereka ngeluarin seri baru tiap 3-4 bulan sekali, jadi pantengin terus akun Instagram resminya biar nggak ketinggalan info.
Yang bikin seru, Gramedia Kings sering ngemas buku dengan desain sampul yang beda dari versi reguler. Terakhir waktu beli 'Laut Bercerita', sampulnya doff dengan emboss huruf gold yang bikin koleksi rak buku langsung mewah. Kalau mau tau update terbaru, mending cek langsung website Gramedia karena kadang edisi spesialnya cuma tersedia online aja.
Gramedia Kings terbitan terbaru muncul bersamaan dengan hype novel 'Tomorrow, and Tomorrow, and Tomorrow' bulan ini. Aku dapet info dari temen komunitas buku yang kerja di bagian logistik penerbit. Bedanya 2-3 hari antara distribusi ke berbagai kota, jadi mungkin di daerah lain baru nyampe minggu depan. Fitur unik edisi ini ada QR code khusus buat akses konten digital eksklusif tentang proses kreatif penulis. Worth it buat dibeli karena bonusnya selalu kreatif banget.
Kemarin pas lagi jalan-jalan ke Gramedia di mall, sempet liat display Gramedia Kings edisi terbaru yang baru dateng. Kata kasirnya, stoknya baru masuk seminggu yang lalu. Judul-judulnya lumayan variatif, dari novel lokal sampai terjemahan bestseller internasional kayak 'It Ends With Us' versi hardcover. Yang menarik, beberapa buku malah lebih dulu rilis di line Kings ini sebelum versi paperbacknya beredar.
Aku sendiri suka ngoleksi line ini karena kualitas kertasnya lebih tebal dan desainnya selalu eye-catching. Terakhir beli 'Nebula' edisi Kings, ada bookmark kain dan ilustrasi eksklusif yang nggak ada di versi biasa. Buat yang penasaran kapan next drop-nya, biasanya mereka ngeluarin batch baru pas event-event khusus kayak Harbolnas atau anniversary Gramedia.
2026-03-16 22:57:43
25
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Raja Dunia Bela Diri!
Efrianto H.
9.4
44.6K
Di Benua Sembilan Langit, orang-orang di benua itu mengagungkan Dao Bela Diri. Sejak usia muda, manusia akan merasakan Qi Asal antara langit dan bumi melalui meditasi, mengolah dan menyajikan Qi untuk memelihara jiwa mereka, menanamkan Teknik pemahaman untuk menjadi seorang Praktisi Bela Diri. Lin Tian, Tuan Muda dari Klan Lin, yang di kenal sebagai sampah dengan tubuh cacat mendapatkan perlakuan buruk dari Tunangan masa kecilnya setelah dia berhasil membantunya memadatkan jiwa Astral. Mereka bahkan ingin membunuhnya dan mempermalukan keluarganya. Bahkan Tunangannya mengatakan bahwa mereka hidup di dunia yang berbeda. Namun yang tidak mereka ketahui, bahwa Lin Tian sengaja untuk merusak meridiannya dan menunggu momen untuk memadatkan jiwa Astral dan menjadi jenius terkuat yang pernah ada.
“Ini hari ulang tahun Ibuku, kamu malah bawa cinta sejatimu datang dan bilang mau cerai? Sudah sebegitu nggak sabarnya?”
“Iya!”
“Baiklah, aku setuju perceraian ini! Mulai sekarang, hubungan kita sudah putus!”
Setelah bercerai, direktur cantik, superstar dan putri kerajaan mulai mendekatiku.
Setelah cerai, aku menjadi ahli pengobatan dan bela diri, punya kekuataan tak terbatas.
Setelah cerai, keluargamu hancur lebur dan kamu menyesal hingga terpuruk. Tapi apa gunanya berlutut menangis di depanku sekarang?
Kekasihku, Grand Duke, akan menikah dengan wanita lain.
Kupikir itu akhir dari kami.
Aku salah.
Alih-alih melepaskanku, dia justru memaksaku tetap di sisinya sebagai simpanannya!
Emma Salsabila, gadis sederhana yang berhasil masuk ke Universitas “Adiwangsa Utama”. Dia terjebak di lingkungan kampus elit yang kejam. Di sana, ia berhadapan dengan The Crown—kelompok mahasiswa berkuasa yang ditakuti semua orang.
Berbeda dari yang lain, Emma berani melawan. Sikapnya justru menarik perhatian Raka, pemimpin The Crown yang dingin dan arogan.
Dari benturan demi benturan, tumbuh hubungan rumit antara keduanya—antara benci, gengsi, dan perasaan cinta yang dalam.
Namun, perbedaan status, menjadi konflik terberat mereka.
Keduanya harus memilih: menyerah pada keadaan atau berjuang demi cinta.
“Akan kubuat dunia gempar ketika aku berdiri di puncak kekuasaan!” tekadnya.
Jay Mahawira, 32 tahun, membuang keluguannya akan cinta tolol pada sang istri yang mengkhianati dan merendahkannya. Dengan membawa nama Jek Jon Raja Bengis di dunia mafia, dia mulai menapaki tangga menuju puncak rantai makanan di Astronesia sebagai figur pesohor yang ditakuti para elit sekaligus dikagumi oleh publik, dengan kekayaan bersih mencapai Rp1,5 kuadriliun.
=>>>Intip IG otor utk liat banyak info buku2 otor, yuk! @gauchediablo___
Tewas karena kerja lembur, Rania, seorang ahli strategi korporat, terbangun di tubuh Permaisuri Aurelia yang terbuang. Diasingkan oleh suaminya yang kejam, Kaisar Darrius, dan dikelilingi musuh, takdirnya adalah mati dalam kehinaan.
Tapi Rania menolak untuk menjadi korban. Dengan otaknya sebagai senjata, ia mengubah istana penjaranya menjadi 'kantor' pusat, intrik politik menjadi 'rapat dewan', dan mulai menjalankan operasi hostile takeover terhadap takdirnya sendiri.
Namun, permainannya yang dingin dan tak terduga justru menarik perhatian sang Kaisar, yang mulai melihat sosok berbahaya sekaligus memikat di dalam diri wanita yang dibencinya. Di dunia di mana pedang dan sihir berkuasa, bisakah strategi bisnis menyelamatkan nyawanya dan menaklukkan hati sang tiran?
Franchise Gramedia Kings cukup menarik untuk dibahas karena punya beberapa seri yang bikin penasaran. Menurut yang pernah kubaca dan kumpulkan dari berbagai sumber, setidaknya ada empat seri utama dalam franchise ini: 'Kings of the Sun', 'Kings of the Moon', 'Kings of the Stars', dan 'Kings of the Earth'. Masing-masing seri punya karakteristik unik, mulai dari tema hingga latar belakang ceritanya.
Yang kusuka dari franchise ini adalah bagaimana tiap seri saling terhubung tapi tetap bisa dinikmati secara mandiri. Misalnya, 'Kings of the Sun' lebih fokus pada petualangan epik, sementara 'Kings of the Moon' punya nuansa misteri yang kental. Buat yang belum pernah mencoba, aku sangat rekomen mulai dari seri pertama dulu biar lebih nyambung dengan lore-nya.
Gramedia Kings memang punya banyak koleksi novel yang bikin susah move on! Salah satu yang paling berkesan buatku adalah 'Pulang' karya Leila S. Chudori. Novel ini bercerita tentang eksil politik Indonesia dengan begitu manusiawi, bikin pembaca kayak diajak menyelami pergolakan batin para tokohnya. Setting waktu yang melompat-lompat justru menambah daya tarik, seolah kita diajak menyusun puzzle sejarah.
Yang juga nggak kalah epic adalah 'Ronggeng Dukuh Paruk' karya Ahmad Tohari. Awalnya agak berat karena bahasanya puitis banget, tapi begitu masuk ke dunia Srintil, rasanya susah berhenti baca. Novel ini ngajarin kita tentang kompleksitas manusia lewat kacamata budaya Jawa yang kental. Terakhir, buat yang suka misteri psikologis, 'Laut Bercerita' dari Leila juga wajib dibaca - endingnya bikin merinding sekaligus terharu.
Gramedia Kings memang belum memiliki adaptasi anime resmi, tapi bukan berarti tidak layak untuk diangkat ke layar! Komik ini punya energi yang sangat cinematic dengan alur cerita penuh strategi bisnis dan konflik interpersonal yang bisa menjadi bahan menarik untuk studio anime. Aku sendiri sering membayangkan bagaimana adegan-adegan tense di kantor pusat Gramedia akan divisualisasikan dalam gaya animasi Jepang.
Kalau melihat kesuksesan adaptasi manga bisnis seperti 'The Promised Neverland' atau 'Spice and Wolf', sebenarnya pasar sudah terbuka untuk cerita niche seperti ini. Yang dibutuhkan hanya studio yang berani mengambil risiko dan sutradara yang paham cara menyampaikan kompleksitas dunia retail dalam format animasi. Siapa tahu di masa depan kita bisa melihat karakter seperti Pak James atau Ibu Sofia hidup dalam gerak dan warna!
Gramedia Kings sebenarnya bukan karya dari satu penulis tunggal, melainkan imprint dari Gramedia yang menerbitkan berbagai judul dengan tema fantasi, sci-fi, dan petualangan. Tapi kalau ngomongin penulis yang karyanya sering muncul di sana, nama-nama seperti Tere Liye atau Dewi Lestari pasti langsung melintas. Mereka ini semacam 'wajah' dari imprint ini karena buku-bukunya sering jadi bestseller dan punya ciri khas cerita yang epik.
Yang bikin menarik, Gramedia Kings itu kayak 'rumah' bagi penulis lokal yang pengin eksplor tema-tema besar. Misalnya, Tere Liye dengan 'Bumi' series-nya yang mencampur mitologi dan petualangan, atau Dee dengan 'Supernova'-nya yang penuh filsafat sci-fi. Jadi, meski bukan satu orang, imprint ini punya semangat yang sama: bikin pembaca terbang ke dunia lain lewat tulisan.