Ada sesuatu yang menggigit tentang cara lagu ini memainkan kata 'katanya' berulang-ulang. Aku selalu merasa itu seperti sindiran halus terhadap budaya gosip atau omongan kosong yang sering kita temui sehari-hari. Liriknya seolah mengejek bagaimana informasi bisa jadi permainan telepon rusak—diubah, dipelintir, sampai akhirnya jauh dari kebenaran.
Dari sisi musikalitas, pengulangan itu bikin lagu terasa seperti spiral. Semakin didengar, semakin terasa frustrasi yang ingin disampaikan. Aku pernah baca wawancara penciptanya yang bilang ini terinspirasi pengalaman pribadi jadi bahan omongan tetangga. Mirip banget sama fenomena di 'The Scarlet Letter'-nya Hawthorne, tapi dalam konteks modern yang lebih ringan.
Lagu dengan lirik 'katanya katanya' yang sedang viral itu adalah 'Katanya' dari penyanyi dan penulis lagu berbakat, Tulus. Aku pertama kali dengar lagu ini pas lagi scrolling TikTok, dan langsung ketagihan sama melodinya yang catchy dan liriknya yang relatable banget. Tulus emang punya ciri khas sendiri dalam bikin lagu—dia bisa bikin hal-hal sederhana terdengar begitu dalam. Lirik 'katanya katanya' itu sebenarnya bicara soal rumor atau omongan orang yang sering nggak jelas sumbernya, tapi somehow kita percaya aja. Aku suka cara Tulus mengemas tema berat dengan aransemen musik yang ringan, bikin lagunya enak didengar tapi tetap bikin mikir.
Yang bikin aku semakin respect sama Tulus adalah konsistensinya dalam menghasilkan karya berkualitas. Dari dulu lagu-lagunya nggak cuma hits, tapi juga punya nilai artistik tinggi. 'Katanya' ini salah satu buktinya. Aku juga suka banget sama video klipnya yang aesthetic dan penuh simbol-simbol. Kalau kamu belum pernah dengar, coba deh langsung cek di platform streaming favorit. Dijamin nggak bakal nyesel!
Pernah denger lagu yang liriknya nyangkut di kepala terus kayak 'katanya katanya'? Aku baru ngeh setelah nongkrong di komunitas musik online ternyata itu dari lagunya Marion Jola berjudul 'Katanya'. Videonya sendiri punya vibes youthful banget, Marion muncul dengan styling colorful dan gerakan dance yang catchy. Yang bikin menarik, konsep videonya ngegambarin betapa gampangnya rumor atau 'katanya-katanya' itu menyebar, kayak lingkaran setan gitu. Adegannya ada where she's literally surrounded by whispers and pointing fingers, terus tiba-tiba dia break free pas bagian chorus. Keren sih, secara visual simple tapi relate banget sama tema lagunya.
Kalau ditanya kenapa ini nempel di ingetan, menurutku kombinasi antara lirik repetitif sama hook-nya yang bikin ketagihan. Apalagi pas bagian 'katanya katanya cinta tapi malah menyakiti', langsung nyambung aja sama pengalaman banyak orang. Marion juga deliver ekspresinya pas banget—campuran antara frustasi sama defiance. Video ini tayang pertama kali di YouTube tahun 2019 dan sampe sekarang masih sering jadi bahan obrolan, apalagi buat yang suka analisis simbolik di musik pop.