Titip
tanyaku, lebih sinis kali ini.
Sekali lagi dia menghela napas dan mengunciku dengan tatapannya.
“Abang mau jemput istri Abang pulang.”
“Istri?!” Aku mengeryitkan alis dan mencebik.
“Adeek ….”
“Istri macam apa yang suaminya pergi tanpa kabar dan tidak bisa dihubungi? Istri macam apa yang suaminya menghilang tanpa pamit? Istri macam apa yang sedang hamil, ngidam, muntah-muntah, jagain anak, sedang suaminya gak peduli? Istri macam apa yang pulang ke rumah orang tuanya dan suaminya gak tahu sama sekali? Istri macam apa, Abang?!”