Jangan Baca Novel Ini!
Dia mengeluarkan dompet dari saku belakang celananya, lalu mengambil selembar kartu nama berwarna hitam elegan dan meletakkannya di atas meja belajarku yang berantakan.
"Sekarang istirahatlah, mata kamu sudah mirip panda karena kebanyakan begadang menulis novel porno itu."
"Itu novel romansa dewasa, Pak, bukan novel porno!" protesku tidak terima karena karya seni agungku disamakan dengan konten murahan.
"Terserah apa sebutan kamu. Yang jelas, mulai besok hidup kamu bakal berubah, jadi siapkan mental kamu baik-baik."