Misteri Bulan
“Sssttt… aku di sini,“ kata gadis itu. Angin malam berdesir membawa hawa dingin yang menusuk kulit Chandra, gadis itu merapatkan jaketnya. Kemudian tangannya berkali-kali menepuk kaki dan pahanya. Serangan nyamuk berpesta pora menggigiti badannya. Dia tadi baru sadar, dirinya hanya pakai baju tidur dan bertelanjang kaki.
Agil mendatangi gadis itu, wajahnya masih mempesona meski dia baru bangun dan semakin membuat berantakan hati Chandra. Mata gadis itu menatapnya tak berkedip, dia memang pria yang menarik.
“Aku menemukan diary Bulan,” kata Chandra pelan, dia mengeluarkan bungkusan dari tas ranselnya dan memberikannya pada Agil. Gadis itu terus menunduk menghitung jejak-jejak rindu yang mengg
인기 회차