PRESUMPTION OF INNOCENT
Namun sekarang, pikirannya justru berkecamuk di seputar kasus pembunuhan dan mayat misterius seorang gadis.
“Aku bingung apa yang harus kulakukan,” sahut Ajin ketika sejurus kemudian ada serangan rasa sakit di kepalanya. Dia menggeliat dan menekuk tubuhnya seperti menahan gejolak isi perutnya seolah-olah hendak muntah dan mulai menekan-nekan sisi kepalanya dengan bantuan kedua telapak tangannya. “Aku sekarat, oke? Kau tahu itu. Dan sepertinya memang aku akan mati beberapa bulan lagi. Mengapa anak yang tidak bersalah ini juga hendak ikut mati juga? Dia tidak melakukan apa-apa.” Sambil berbicara terbata-bata, matanya berkaca-kaca, kantung matanya berusaha menampung air matanya itu, tetap tidak
Bab Populer