Tetanggaku Rajin (Minta)
Ku lihat tatapan takjub di matanya.
"Ketauan juga, deh," ujar ku seraya memangku dagu dengan telapak tangan.
"Kenapa pilih yang merek ini, sih? Bagusan yang itu looh, merek satu lagi," ujarnya terlihat berusaha mengingat.
"Aku suka yang ini, weee," jawabku mencebik kesal.
"Oh, iya. Bagusan yang mereknya Honday Pis-Cok. Lebih keren, soalnya Kakak aku punya tuh, yang merek itu," ujarnya dengan nada mencemooh.