GADIS POLOS MILIK CEO KEJAM
Livia masih terduduk di sofa, sesekali melirik pintu dengan waspada, seolah takut Axel akan tiba-tiba muncul kembali dari balik bayangan seperti ninja.
Zayn, yang sedari tadi menahan tawa, akhirnya mendekat dan duduk di sampingnya. "Kau benar-benar berlebihan. Axel itu sekretaris, bukan pembunuh bayaran."
Livia mendengus. "Hah! Kau pikir aku bodoh? Dia jelas-jelas seperti karakter di film action yang diam-diam bisa membunuh lima orang dalam satu ruangan tanpa suara!"