Selìni
Jika tadi gadis itu tertawa kecil, kali ini oktaf suaranya naik, tawanya kencang, "Aku tidak akan menyusahkanmu, Calum."
"Namamu."
"Apa?"
"Aku sudah mengatakan namaku, sekarang giliranmu."
"Eleanor, tanpa marga atau nama bawaan."
Calum mengangguk paham, beranjak merapikan sisa bara api agar lebih kecil. Ia memutuskan untuk istirahat agar lukanya saat berkelahi dengan Elea beberapa waktu lalu bisa lebih cepat membaik. Lagipula ia memang lelah, menunggui perangkap miliknya agar menangkap sesuatu sampai berhari-hari. Calum sudah kurang tidur.
Bab Populer