Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Selìni

Selìni

Jika tadi gadis itu tertawa kecil, kali ini oktaf suaranya naik, tawanya kencang, "Aku tidak akan menyusahkanmu, Calum." "Namamu." "Apa?" "Aku sudah mengatakan namaku, sekarang giliranmu." "Eleanor, tanpa marga atau nama bawaan." Calum mengangguk paham, beranjak merapikan sisa bara api agar lebih kecil. Ia memutuskan untuk istirahat agar lukanya saat berkelahi dengan Elea beberapa waktu lalu bisa lebih cepat membaik. Lagipula ia memang lelah, menunggui perangkap miliknya agar menangkap sesuatu sampai berhari-hari. Calum sudah kurang tidur.
899 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai alix
Baca
+Pustaka
Camelia

Camelia

Arimbi rasa julukan buat Aksa bukan bodoh lagi, tetapi idiot menahun. Kalau Aksa itu idiot menahun, apa kabar dirinya ya? Arimbi menggeleng-gelengkan kepala. Mengusir bayangan-bayangan bodohnya sendiri yang selalu berusaha mengejar Aksa tanpa si empunya hati menyadari. "Eh, itu ada Axel Delacroix Adam dan dayang ganteng nya, Erick. Saolohhh itu tatoo seksih amir ya? Jadi pengen ngelus-ngelus perutnya."
1031.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 914 kali sebagai alix
Baca
+Pustaka
DAISY

DAISY

Tidak peduli bagaimana tema yang disiapkan Mama, Daisy hanya ingin berkumpul dengan kedua orang tuanya yang selalu sibuk bekerja. *** Seminggu kemudian... Eve mengarahkan ponselnya pada wajah Daisy yang terlihat murung. “Lihat Austin, sahabatku sejak tadi tidak bersuara sama sekali. Lemas seperti belum sarapan saja.” Daisy menatap layar ponsel Eve yang menampilkan wajah bangun tidur Austin—kekasih sahabatnya. Lelaki dengan balutan kaus oblong hitam itu menunjukkan deretan giginya yang rapi. “Selamat atas kelulusanmu Daisy, kau cantik sekali memakai topi wisuda itu.”
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai alix
Baca
+Pustaka
Aksa!

Aksa!

tanya Pitaloka. "Iya," jawab Aksa sambil melangkahkan kakinya lagi. "Bintang apa yang lo suka?" "Alpheratz." "Hm ... Gua lebih suka Spica." "Saya juga suka sama bintang Spica." "Apa lagi yang lo suka?" "Senyuman Anda," gumam Aksa dengan pelan.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 376 kali sebagai alix
Baca
+Pustaka
ARABELLA

ARABELLA

cibir Beno. ******************************
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai alix
Baca
+Pustaka
Raina

Raina

“Gue balik ya. Kalau ada apa-apa chat aja gue.” “Siap!” Aku mengacungkan jempolku ke atas. Selepas Ghina pulang, ponselku nyala. Nama Biji Selasih tertera pada layar. “Hallo...” sapaku. “Hai, calon istri,” sahut Galih dengan ceria. “Mau ngapain pagi-pagi telpon? Gue sibuk nih,” ujarku jutek. “Judes amat sih, honey? Lo udah di Cafe?”
109.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai alix
Baca
+Pustaka
Elena

Elena

Wajahnya yang putih dengan alis tebal, pesona bibir yang merona alami dan badan proporsional yang langsing namun berisi bak gitar spanyol. Hana perempuan belia yang masih duduk di kelas XII SMA. Rambutnya panjang,hitam legam ,seperti belum tersentuh bahan kimia salon kekinian.Alis matanya pun tebal alami tanpa sulam alis,kulitnya kuning langsat dan bersinar. Wajah Hana yang lembut itu selalu terngiang dalam ingatan. Handi mengecek hapenya. Rasanya tak tahan untuk segera menghubunginya.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai alix
Baca
+Pustaka
Kisah Cinta Aliciya

Kisah Cinta Aliciya

Tidak lama kemudian, ia mendekat dan melihatkan isi ponsel nya padaku. Mataku melebar saat melihat ponselnya, benar saja, foto yang aku lihat sangat mirip denganku. Tanganku bergetar, ketika ia menyerahkan ponsel itu ketanganku. "Lihatlah, ini Aliciya." ujarnya. "miripkan?" Lalu ia menggeser layar ke samping. Nampak foto kami berseragam sekolah. "Ini teman sekelas kami. Ini Aliciya dan dia, Winda." Ia menunjuk seorang gadis yang sedang memeluk gadis yang disebutnya sebagai Aliciya. Dibelakang mereka berdiri seseorang yang mirip dengan nya.
103.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai alix
Baca
+Pustaka
Gina

Gina

Danan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, merasa frustasi. “Jovi!” Suara Aksa terdengar, anak itu datang dengan nafas terengah masuk kedalam kantor konseling. Jovi bereaksi, dia turun dari pangkuan Marva dan berlari ke arah kakak laki-lakinya.
102.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai alix
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status