Gus Mantan
Gus Sami tetkekeh, lalu katanya, "Papah yakin, Mamahmu tadi nggak berani buka mata."
"Ah, Mamah cemen. Itu keren banget," sambar Nabhan.
"Nggak. Papah fitnah, deh." Gus Sami tertawa lepas mendengar pembelaanku. "Papah berani jamin. Meskipun Mamahmu pemberani dalam segala hal, tapi dia paling takut naik motor dengan kecepatan tinggi."
"Dulu Mamahmu itu pembalap, tapi ...." Aku segera memutus kalimat Gus Sami sebelum ia mengingatkanku lebih jauh pada trauma masa laluku.
Bab Populer