Kehidupan Kedua
Eksistensi sang putra tunggal keluarga Hartono berhasil membuat Karenia mengembangkan senyuman di bibir merahnya.
Karenia kemudian kembali melihat pria gendut di hadapannya. Lihatlah, pria mesum itu sedang menaik turunkan alisnya. Seakan percaya diri bahwa Karenia akan menyerahkan diri padanya.
Hal yang tentu saja mustahil untuk terjadi karena Karenia bersumpah tidak akan pernah melakukannya.
"Maaf, Tuan. Mungkin lain kali saja. Saya memiliki janji dengan kekasih saya, di sana," kata Karenia dengan nada centilnya. Ia menunjuk ke arah Jevano menggunakan dagu lancipnya.