Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TERALIS WAKTU

TERALIS WAKTU

Aku hancur dalam diam Hatiku terluka amat dalam Sesak memenuhi dada Namun sesal Membingungkan rasa Otakku berpikir Penuh rasa Ego menyiksa Namun agama menjaga Tuhan Aku hancur dalam diam Luka menganga lebar Menyakiti raga dan jiwa Kenyataan Pahit Yang diterima Menyiksa seluruh jiwa Malam tiba Aku terbangun dengan dia menatap cemas disisi ranjang "Jam berapa sekarang yang ?"tanyaku menguatkan jiwa "Ada apa?" Tanyanya
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai anguished
Baca
+Pustaka
Pernikahan Paksa Pewaris Arogan

Pernikahan Paksa Pewaris Arogan

hibur Edward sambil memegang bahu Adelia. Airmata tak terbendung mengalir dari mata Adelia, meneteskan kesedihan yang mendalam. Dia merasa hancur melihat sosok yang pernah begitu dekat dengannya sekarang terbaring tak berdaya di hadapannya. Kedua tangannya menggenggam sebelah tangan Afgan dengan hatinya yang terasa hancur oleh pemandangan yang menyakitkan ini, dan dia merasa terombang-ambing dalam gelombang emosi yang menghantamnya.
9.8134.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.1K kali sebagai anguished
Tampilkan Ulasan (58)
Baca
+Pustaka
Namaku Malaja
Si Afgan mah egois, mau menangnya sendiri. Orang lain nggak boleh punya masa lalu kelam, tapi dianya sendiri menyimpan masa lalu kelam dari Adelia. Pingin gue sentil ginjalnya nih. Nggak sabar nunggu bab selanjutnya. Semangat update-nya ya, Kak. Selalu ditunggu kelanjutan ceritanya.
Runayanti
Hai para readers ku yang setia. Silakan menikmati buku terbaruku ini. Kisah yang menarik tentunya dengan rahasia kelam dari sang pewaris Arogan. Perasaan cinta yang berbelit namun tetap dalam romansa yang tersembunyi. Semoga Anda menyukainya ya. Terima kasih.
Baca Semua Ulasan
100 Hari Bersamamu

100 Hari Bersamamu

Aruna sebenarnya juga mencintai Anggasta, tapi ia sudah sangat kecewa dengan perbuatan Anggasta yang menyebabkan calon anaknya harus pergi untuk selamanya juga kakinya yang lumpuh akibat cedera. Anggasta menarik nafas dalam, bola matanya memerah memancarkan aura kesedihan dan penyesalan yang begitu mendalam. Sesedih-sedihnya Anggasta saat di tinggal Alana pergi untuk selamanya, Anggasta jauh lebih sedih sekarang seakan-akan ia sudah kehilangan harapan dan semangat hidupnya. Anggasta mengusap wajahnya dengan kedua tangan, menatap lekat perempuan yang ia cintai untuk yang terakhir kalinya.
1015.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 570 kali sebagai anguished
Baca
+Pustaka
Reinkarnasi Dewa Perang

Reinkarnasi Dewa Perang

Ia mengerang kesakitan, mencoba berdiri, namun tubuhnya tak lagi sanggup menopang diri. “ARRRGHHHHH!!!” jeritnya mengguncang udara malam. Suaranya penuh rasa sakit dan keputusasaan, seperti teriakan seorang manusia yang kehilangan kehormatannya di hadapan banyak mata. Air mata mengalir dari sudut matanya, bercampur dengan darah yang menetes dari wajahnya. “Dasar bajingan terkutuk!” “Yah, yah… jangan berisik begitu,” jawab Angkara dengan nada datar, suaranya nyaris seperti bisikan maut.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai anguished
Baca
+Pustaka
Air Mata Suami dan Mertuaku

Air Mata Suami dan Mertuaku

Aku harus mati agar kesedihan ini sirna dan musnah selamanya! Bisikan-bisikan jahat itu makin memenuhi isi kepala. Marwa mulai kehilangan kesadarannya. Imannya mulai tergerus oleh beratnya penderitaan yang ia rasakan. Wajahnya kembali menunduk menatapi arus sungai yang mengalir deras di bawah jembatan.
5.712.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 463 kali sebagai anguished
Baca
+Pustaka
Istri Kontrak Tuan Genosie (INDONESIA)

Istri Kontrak Tuan Genosie (INDONESIA)

“Mencintaimu adalah kesedihan. Aku tak inginkan kehadirannya, tetapi dia akan terus melekat pada diri, membelenggu hidup, bahkan hingga mati.” -Jiji- *** Angie terbangun dengan tangan-kaki terikat dan tak bisa digerakkan. Kesadaran belum penuh mengisi rongga kepala. Namun, dia tahu apa yang terjadi saat suara denting tertangkap indra pendengarnya setiap kali dia bergerak.
830 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai anguished
Baca
+Pustaka
HURT

HURT

Perkataan Hwang Mi Kyung tadi pagi, sebelum pergi ke upacara pernikahan ibunya, kembali terngiang di telinga Joon. PRAK! Joon meletakkan kaleng bir-nya ke meja pantri dengan kasar dan mencengkeram benda itu kuat-kuat. Otot-otot wajahnya mengeras. Sorot matanya memancarkan amarah, kecewa, dan rasa sakit. Melupakan dan mengubur dalam-dalam rasa cintanya? Apakah hal itu bisa dilakukan dengan mudah, seperti kita membalikkan telapak tangan?
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai anguished
Baca
+Pustaka
Kelahiran yang Menghancurkan

Kelahiran yang Menghancurkan

Ketika menoleh, darah pekat menetes dari taringnya. Pandangan mataku mulai buram. Seolah ribuan pisau mencabik rahimku dari dalam. Gigitan ular di lenganku sudah berubah jadi warna ungu hitam, darah terus mengucur tanpa henti. Aku bisa merasakan hidupku mengalir pergi, sedikit demi sedikit. Gianna masih belum pergi. Ekspresi Gianna berubah dari puas menjadi marah gila.
56.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai anguished
Baca
+Pustaka
WITHERED

WITHERED

Muray menjulurkan tangannya, "kau punya cukup ruang untuk menyayangi Banyu. Kuharap, kau juga punya cukup ruang untuk tak membiarkan hatimu sakit lalu tertawa sesekali." Wajah Anggita dan Ken langsung muncul di benakku. Keduanya seolah menyatu dengan kesakitan yang kurasakan selama ini. 'Tapi, kesakitanku adalah milikku dari manapun sumbernya.' "Well, aku merelakan putriku bukan berarti aku melupakan kesakitannya juga kesakitanku. Butuh waktu lama sampai aku bisa menatap potret Anne Marry tanpa menangis. Kurasa Loyd pun merasakan hal yang sama, hanya saja cara kami menunjukan kesakitan berbeda."
1023.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 920 kali sebagai anguished
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status