Hayu
Bu Ayu dengan angkuhnya turun dari kamarnya, mengenakan dress keluaran Brand kremes, rasanya tak mungkin jika wanita itu akan memasak sayur asem atau mengepel lantai.
Hayu berdiri, semenyebalkan seperti apapun, Bu Ayu tetaplah ibu dari lelaki yang dia cintai. “Selamat pagi, Bu.”
“Kamu sudah datang?” tanyanya berbasa-basi.
Hayu mengangguk dan mendudukkan tubuhnya lagi, menunggu perintah selanjutnya, menunggu titah kanjeng mami yang belum resmi menjadi maminya.
Bab Populer