Menjadi Istri Kedua Mantan Mertua
Aku bergumam seorang diri, sembari mengusap- usap tempat tidur yang biasa di rebahi suamiku.
"Bagaimana kamu di sana, Mas? Apakah kamu sedang melihatku di sini? Maaf, jika aku menjadi lemah, cengeng dan pandai dalam mengeluh. Aku masih sulit berlapang dada, aku masih merasakan sesak dan sakitnya kehilangan. Maafkan aku, Mas," lirihku. Lagi- lagi air mata menganak sungai, ya Allah, betapa aku hambamu yang lemah.
Tidak lama kemudian, pintu kamarku di ketuk dari luar.
Bab Populer