Silakan Ambil Suamiku
Kebetulan jarak tempat tinggal kami tidak terlalu jauh, jadi tidak butuh waktu lama untuk dia sampai di rumahku.
"Kamu jangan sampai terbawa emosi nanti di sana, Rin. Kita pastikan dulu dia benar-benar Mas Hakam atau bukan, baru setelah itu terserah kamu. Mau marah, mau ngamuk, sebagai sahabat aku cuma bisa kasih dukungan," pesan Irma ketika kami sudah berada di dalam mobil.
Segera kunyalakan mesin kendaraan roda empatku, melajukannya dengan kecepatan maksimal karena amarah yang terasa kian membuncah.
Chapitres populaires