Pacar Khayalan
Para pelancong yang datang rombongan dengan menaiki bus, mereka diberikan tempat parkir khusus.
Sedangkan yang membawa kendaraan roda empat, lebih memilih untuk menaruhnya di resort tempat mereka menginap. Yang berbaris memanjang tepat di pintu masuk pantai.
"Rie, mau pulang? Bareng, yuk?" ajak Davin.
"Kamu duluan aja," tolaknya tanpa menoleh menatap lelaki itu.
Serasa ada yang menggores hatinya, saat Ariela mengabaikan lelaki itu. Ia merasa Ariela lebih antusias, untuk berbicara dengan pacar khayalannya dari pada dengannya. Yang jelas-jelas nyata.
Hot Chapters