KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Emang yakin Naira bakalan nanyain Lo?“ Erlangga berujar datar.
Aric terdiam. Dia sendiri ragu kalau Naira akan menanyakannya, tapi entah kenapa masih saja ada sedikit harap di hatinya kalau Naira masih mempedulikannya. Melihat sahabatnya terdiam, Erlangga menghela napas panjang.
“Lo tenang aja. Kalau sampai Naira nanyain Lo, gue nggak bakalan bilang-bilang apa,“ katanya.
“Thanks.“
Aric menghela napas panjang. Baginya, pergi adalah cara terbaik untuk memutus semua rantai yang mengikatnya pada masa lalu, termasuk cinta dan rasa sakitnya terhadap Naira. Sang ayah sudah mengatur segalanya. Semuanya sudah siap, hanya tinggal menunggu hari keberangkatan.
**
Chapitres populaires