Satu Atap
"Marah, bahagia, senyum, ketawa. You always look so beautiful. Kecuali waktu nangis sama sedih. Emang masih tetep cantik, tapi aku nggak suka ngeliatnya. Jadi... Karena masalah ini udah selesai, aku berharap banget kamu selalu bahagia, selalu senyum. It's okay berkali-kali marah, aku juga suka."
Lisa tertegun, lalu menelan saliva susah payah. Ia menatap Ares yang beringsut menyelipkan anak rambutnya yang berterbangan karena angin pantai ke telinga.
"Aku nggak tahu alasan pasti aku cinta kamu, Sa. Tapi mungkin karena takdir. Setelah denger nama Lisa Alisia pertama kali waktu Oma cerita, aku selalu penasaran sama kamu." Pandangan Ares menatap lautan di depan sana, tersenyum. "Actually aku ngga
Bab Populer