Dirty Office
Aruna mengerang dalam ciuman itu, tangannya mencoba mendorong dada Keenan, namun pria itu justru menangkap kedua tangan Aruna dan menguncinya ke pintu di atas kepala Aruna dengan satu tangan.
Ciuman itu turun ke leher, tepat di atas tanda merah yang Aruna pamerkan tadi. Keenan menggigit kecil di sana, membuat Aruna mendesah pasrah.
“Aahh.. Lepaskan!”
"Kamu ingin mereka tahu, kan?" Keenan berbisik tepat di telinga Aruna, bibirnya menyapu hangat. "Bagaimana kalau aku buat tanda yang lebih banyak? Agar kamu tidak punya alasan lagi untuk menyebutnya alergi debu."