Istri Dingin Sang Presdir
Kenyataan sering kali sangat tajam.
"Kalian terlalu banyak bicara. Cepat kembali bekerja," ujar asisten Raphael. Meskipun dia sendiri sangat penasaran, sebagai asisten serba bisa, dia harus menekan rasa penasarannya dan kembali bekerja.
Bosnya memang dengan satu kalimat bisa menghapus semua urusan, pergi dengan penuh gaya, tetapi yang harus membereskan kekacauan yang tersisa adalah dia, si asisten malang. Menangis pun tidak ada gunanya! Seperti yang sering dikatakan oleh presiden mereka, "Jika aku tidak menekanmu, siapa lagi yang harus aku tekan? Apakah aku mempekerjakanmu hanya untuk pajangan? Tapi kalau ada aku di sini, pajangan itu untuk dilihat siapa?"
Hot Chapters