Istri sebatas harapan
Ia kembali menoleh.
"Uji aku, Nisa, bahkan selamanya aku akan begini." Tantangnya tegas, aku seketika diam karena wajahnya sangat serius. "Suami harus bisa memuliakan istri, walau dengan hal sepele seperti ini. Hal ini tidak sebanding dengan perjuangan istri untuk jadi bidadari surga suaminya. Istri hamil, melahirkan, mengasuh anak, mendidik anak-anak di rumah, itu semua sudah lelah fisik, mental juga pikiran. Masa hanya urusan sepele seperti ini istri mengandalkan istri juga."
Ilham duduk di sisiku, ia meraih wajahku dengan kedua telapak tangannya. Senyum kembali terukir sebelum ia bicara.
الفصول الرائجة