Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Pernikahan Palsu

Bukan Pernikahan Palsu

Lilin aromaterapi menyala di sudut-sudut kamar mandi berpenerangan temaram, menguarkan aroma lembut yang menenangkan. "Tadi ada kenalan lama dateng ke butik. Namanya Aldric. Dia temen SMU aku." Rissa memainkan gelembung sabun sementara bercerita. Sementara Gara kembali menyandarkan dagu di bahu istrinya.
8.4150.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai filosofi lilin
Baca
+Pustaka
Jerat Ambisi Penguasa Kejam

Jerat Ambisi Penguasa Kejam

"Aku meniduri Lilian juga akibat dari aromatherapy Rino, yang membuat aku dan Lilian kehilangan kendali diri kami dan larut pada gairah kami. Aromatherapy itu tidak ada bedanya dengan obat perangsang!" "Astaga, bisakah aku memesan aromatherapy itu pada kakakmu, Vic?" tanya Levin penuh minat. "Separuh wanita di bumi bisa memiliki anak darimu kalau sampai kau memiliki aromatherapy itu, Vin!" sungut Victor. "Aku tidak segila itu, Vic!" sangkal Levin dan Victor memilih mengabaikannya. "Apa yang menjadi alasan Rino melakukan semua itu padamu dan juga Lilian? Supaya kamu lebih membencinya tadi kau bilang? Apa alasannya? Tidak mungkin hanya karena harta saja, kan?" cecar Edzhar.
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 386 kali sebagai filosofi lilin
Baca
+Pustaka
Hasrat Terpendam Papa Tiriku

Hasrat Terpendam Papa Tiriku

“Jadi aku mau istirahat sedikit. Tenangin diri dengan sedikit essentials oil dan lilin ini.” Adrian mendekat tanpa suara. Tangannya terulur mengambil salah satu lilin dari genggaman Olivia. Ia memutarnya perlahan, lalu menunduk, menghirup aromanya. Wangi vanilla langsung menguar, hangat, lembut, seperti udara sore setelah hujan tipis. “Hmm...” Adrian mengangguk pelan, ekspresinya melunak. “Harum. Enak… kayak kamu memang butuh waktu buat napas sebentar.”
1095.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai filosofi lilin
Baca
+Pustaka
Menikahlah dengan Mama, Tuan CEO

Menikahlah dengan Mama, Tuan CEO

"Kau memang penuh kejutan. Tebakanku jadi salah. Tapi setidaknya, aku benar tentang lilin." "Tidak juga," sanggah Louis cepat. "Kau menyebutnya lilin-lilin yang romantis. Yang kusiapkan ini lilin aromaterapi, dan jumlahnya tidak banyak. Hanya satu. Aku ingat betul kalau kau tidak suka pemborosan, dan kau suka keunikan."
1017.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 565 kali sebagai filosofi lilin
Baca
+Pustaka
Suami Titipan

Suami Titipan

Perempuan manis itu menyalami tangan Lilis yang terbebas. Lilis mengangguk. “Salam buat Ibu, ya! Kapan-kapan, Uwak main ke Cililin, pengen ziarah ke makam almarhum Aki sama almarhumah Enin. Sekalian nyicip Wajit sama Gurilem,” jelas Lilis. Avicenna terkekeh kecil mendengar candaan Lilis. “Ditunggu kedatangannya, Wak.” “Oleh-oleh buat Ibu,” ucap Lilis seraya menyerahkan sekantong besar plastik yang tidak diketahui apa isinya oleh Avicenna. “Di dalem masih ada, dipisah. Soalnya pakai kardus.”
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai filosofi lilin
Baca
+Pustaka
(Not) A Queen

(Not) A Queen

Sesaat sebelum membuka paket itu, mata Aleta menangkap ekspresi Lusi yang tidak sabar ingin mengetahui barang seperti apa yang menjadi pesanan Alecta. Aleta membukanya. Di sana hanya ada enam lilin aroma terapi dengan ukirannya berpola indah. “Aku membelinya untuk dinyalakan nanti.” Sejauh ini semua berjalan sesuai rencana Alecta. Dia merasa lega karena bisa selangkah lebih maju daripada yang lain. “Lilin ini cantik, Nyonya. Pilihan yang bagus,” ucap Lusi tampak antusias. Alecta berharap rasa antusiasnya itu bukan dibuat-buat.
1017.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 355 kali sebagai filosofi lilin
Baca
+Pustaka
Santet Pengantin

Santet Pengantin

“Katakan.” Lilian menutup matanya sejenak sebelum berbisik, “Kita bisa mencoba memanggil sesuatu yang lebih kuat.” Arga terdiam sejenak. “Itu gila.” “Tapi ini satu-satunya cara.” Makhluk itu mendekat, bayangan di sekelilingnya semakin membesar, siap menelan mereka kapan saja. Lilian meraih sesuatu dari dalam sakunya—sebuah liontin kecil berwarna perak dengan ukiran kuno. Tangannya gemetar saat ia mengangkatnya ke udara.
1017.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 555 kali sebagai filosofi lilin
Baca
+Pustaka
Jebakan Lilin Aromaterapi Ibuku

Jebakan Lilin Aromaterapi Ibuku

Dia masih mengendus-endus, hingga akhirnya pandangannya tertuju pada liilin aromaterapi yang menyala di samping. Seketika, ekspresi wajahnya berubah drastis! “Kok kamu menyalakan lilin ini?” Aku menatap lilin di samping dengan bingung dan bertanya, “Kenapa?” “Ibuku bilang ini lilin yang baru dibeli, untuk membantuku tidur nyenyak. Belakangan ini aku sering begadang, jadi ibu menyalakannya untukku.” Aku memang kurang istirahat belakangan ini. Anehnya, dengan menghirup aroma lilin itu, aku memang bisa tidur dengan nyenyak.
60.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai filosofi lilin
Baca
+Pustaka
Membuatmu Menjadi Milikku

Membuatmu Menjadi Milikku

Sepertinya pria itu baru bangun dan langsung mandi. Sembari menunggu suaminya selesai mandi, Sza menatap lekat ke arah lilin di tengah kamar–sejajar dengan pintu. "Fungsimu apa sih, Lin? Iya, aku tahu kamu tuh lilin aromaterapi, tapi … kenapa letakmu di situ? Estetik enggak es teh yang ada, maksudnya horor. Kamu kayak lilin pesugihan tahu nggak?" ujar Sza, mengobrol dengan lilin. Entahlah, Sza heran saja kenapa lilin tersebut setiap malam ada di sana?
10119.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai filosofi lilin
Tampilkan Ulasan (41)
Baca
+Pustaka
lullaby dreamy
selalu ngikutin smua cerita kak CaCi . cerita mu selalu buat aku masuk dlm alur ceritanya kak . kalo sedih, ikutan sedih bhkn sampe nangis kalo nyesek bgt, ikutan ketawa kalo pas part yg lucu (ini yg fav) n' ikutan baper kalo part yg manis n' romantis ^^ n' selalu ku tunggu stiap update'an mu kak ^^
Nikma Pesek
padahal cerita caci itu buagus pool lohhh , gk bertele" , ceritanya ringan , sangat disukai orang" , aku juga suka cerita seperti cerita caci ini , justru yg konflik berat" kdang bikin pembaca lelah sendiri semangat buat caci , cerita caci indah dimata pendukung caci , gk udah dengarkan kata orang
Baca Semua Ulasan
Cahaya Lilin

Cahaya Lilin

bahkan oleh orang- orang yang baru mengenalnya sekalipun. "Silakan, Pak." Melati mempersilakan Yazid untuk menikmati minuman yang sudah ia siapkan. Tak lupa pula ia menyodokar beberapa toples yang memang sudah dari awal berada di atas meja. Ia menundukan kepalanya dan menyembunyikan senyuman yang tersungging di bibirnya. Tidak ada satupun orang yang menyadari tingkahnya yang aneh.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai filosofi lilin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status