Lembah Duka: Adu Domba sang Ibu Mertua
Sekretarisnya menepuk ringan bahunya, isyarat bahwa waktunya telah tiba.
Begitu pintu dibuka, semua perhatian langsung tertuju padanya. Suara bisik-bisik memenuhi ruangan, kilatan kamera semakin gencar. Rajendra melangkah dengan penuh wibawa menuju podium, berdiri tegak dengan tatapan yang menunjukkan dia siap menghadapi semuanya. Rajendra meraih mikrofon, menatap tajam ke arah hadirin. Sejenak, hening menguasai ruangan, sampai akhirnya dia membuka suara.
“Terima kasih atas kehadiran kalian di sini. Saya, Rajendra Admadja, mengadakan konferensi ini untuk mengklarifikasi isu yang telah beredar luas belakangan ini.”
Bab Populer