Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Saat Dia Menang, Aku Hilang

Saat Dia Menang, Aku Hilang

Saat kembang api meledak, sekop pertama tanah digali di pemakaman. Wujudku makin memudar dan hampir meninggalkan dunia Julian untuk selamanya. Musik mulai diputar. Itu adalah lagu pernikahan. Saat itu, Julian melepaskan penutup matanya. Wanita di balik kerudung putih itu berbisik memanggil namanya, “Julian.” Julian pun tersentak mundur dan menjatuhkan gelas sampanye di meja dekatnya.
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai lirik menangis dijalan pulang
Baca
+Pustaka
PEREMPUAN MASA LALU

PEREMPUAN MASA LALU

Hujan Di Mataku Aku yang tak pernah bisa lupakan dirinya Yang kini hadir di antara kita Namun 'ku juga tak 'kan bisa menepis bayangmu Yang selama ini temani hidupku Kalau saja waktu itu ku tak jumpa dirinya Mungkin semua takkan seperti ini Dirimu dan dirinya kini ada dihatiku Membawa aku dalam kehancuran Maafkan aku menduakan cintamu Berat rasa hatiku tinggalkan dirinya Seandainya bila kubisa memilih Aku menyanyikan lagu band Ungu tanpa musik dalam perjalanan menuju kantor. Sebenarnya kepala sedikit sakit saat pagi tadi menerima pesan WhataApp dari Marsha. Ia terus menuntut agar aku menjatuhkan talak tiga pada Raline. Bagaimana mungkin sementara cinta masih terus tumbuh padanya.
1037.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai lirik menangis dijalan pulang
Baca
+Pustaka
Bolehkah Aku Menangis

Bolehkah Aku Menangis

Semakin jauh langkah Angga menghampiri sepeda motornya, semakin basah netraku. Andai kau tahu, bagaimana rasa suka dan rindu ini terpendam, Angga, batinku meraung. Kaki mengarah ke gerbang, buru-buru aku masuk ke rumah dan membasuh wajah. Sekilas tampak Fahri bermain di lantai bersama kedua kakaknya, sebelum memasuki kamar mandi dan duduk tersedu-sedu. Tak ada yang tahu, betapa aku menginginkan Angga. Ekonomi menjerat tanpa henti hingga kami akan melarat jika bersama. ***
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai lirik menangis dijalan pulang
Baca
+Pustaka
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

Pedih itu Tak lagi mampu meracun hati Karena pedih terlanjur abadi Tangis ini Bukan lagi mengalir sepi Tapi mendarah memanas hakiki Senja kala itu menjadi saksi Kabar duka mendera Menjadi titik di mana kau tak berbalik Melebur satu bersama ombak Menjadi buih di tengah lautan tanpa tepi Sesal bergulung mengundang hujan Hujan memintal air serupa banjir Pada mata berkarat luka Dan aku Sendiri mengobat separuh ilusi Sendiri berontak halusinasi Sendiri memeluk sepi sedih terperih Menata serpih-serpih kisah Menata bening mata tertumpah Menata episode baru tanpamu sebagai pemeran utama Next Ada yang penasaran ke mana Mas Ichsan pergi? Hihihi
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai lirik menangis dijalan pulang
Baca
+Pustaka
Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Penyesalan yang mendalam berubah menjadi air mata, mengalir tanpa henti. “Maafin Mama, Dimas. Maafin Mama.” “Mama yang salah. Harusnya Mama nggak pergi beli sayuran. Ini semua salah Mama.” Dimas menahan sakitnya, tersenyum padaku. “Ma… Dimas mau pulang,” ucapnya pelan. Aku mengangguk cepat. “Ya, kita pulang.” Malam itu, tak ada seorang pun di rumah. Setelah memastikan kondisi Dimas, aku buru-buru mengemas barang-barang. Keesokan paginya, aku dan Dimas berangkat ke stasiun.
9.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai lirik menangis dijalan pulang
Baca
+Pustaka
Cinta Sejati Tanpa Jalan Pulang

Cinta Sejati Tanpa Jalan Pulang

"Pergi! Cepat pergi, aku nggak mau bersamamu lagi!" Aku yang ketakutan, langsung berlari sekencang mungkin. Ajaibnya, kali ini aku benar-benar bisa melepaskan diri dari keterikatan dengannya. Pergerakanku sangat cepat. Hanya dalam sekejap mata, aku telah melesat menembus angkasa, lalu perlahan-lahan mulai memudar dan buyar. Sebelum lenyap sepenuhnya, aku samar-samar mendengar dua buah suara di dalam telingaku.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai lirik menangis dijalan pulang
Baca
+Pustaka
Adakah Jalan Untuk Kembali

Adakah Jalan Untuk Kembali

NADIA - 71 Ingin Pulang Davin yang baru merasakan bahagia bisa memeluk putranya, mendadak panik melihat Adam menangis karena mencari sang mama. "Adam mau sama Mama," ujar anak itu sambil terisak. Davin bangun lalu duduk. Ia merengkuh tubuh mungil itu ke dalam pelukannya. "Adam, ini Papa, Sayang. Papa di sini," bisik Davin berusaha menenangkan.
10140.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.3K kali sebagai lirik menangis dijalan pulang
Tampilkan Ulasan (43)
Baca
+Pustaka
Naomi Sari
Hi mba Lis, novel2 bikinan mba ga prnh bikin bosen utk dibaca…trs berkarya yah, smg novel2 berikutnya lbh seru dan “menggetarkan jiwa”, hihi…kl blh sedikit saran&request, aku berharap mgkn story berikut2nya dibikin agak sedikit beda biar semakin greget2 lg pas bacanya, hehe…warm regards to you mba!
Mau baca Novel
ahirnya ada di goodnovel......... dari muda sy suka baca novel beriringan dgn baca kitabku,sebenarnya novel itu gambaran dr kehidupan,dan sy suka baca novel by lis ini Krn menuntun para wanita muda bgmn hidup dgn benar dan berharga diri,mandiri,memang bnyk karakter,tinggal kita dpt memilah dan memilih,
Baca Semua Ulasan
Dikhianati Mantan, Dinikahi Penguasa Tak Terkalahkan

Dikhianati Mantan, Dinikahi Penguasa Tak Terkalahkan

#Alunan musik sedih# Clara mengambil napas kemudian bernyanyi. “Hari berlalu tanpa kamu. Aku tidak sedih karena tau kamu bahagia di sana. Meskipun kita tidak lagi bisa bermain bersama.” “Tapi masih terbayang saat kita bersama. Pergilah bersama ibumu. Kamu selalu di hatiku.” “Meski tanpa pesan perpisahan, aku tidak marah. Sampai bertemu di kehidupan lain. Di mana kamu bisa berlari bersamaku.”
1056.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai lirik menangis dijalan pulang
Baca
+Pustaka
Pulang

Pulang

Sekali lagi Yotta berteriak, memecah keheningan malam, tapi tidak juga ada yang menyahut. Gadis itu mencoba lagi, lagi, dan sekali lagi. Hingga batuk kecil menghentikan teriakannya, Yotta menghapus airmata yang jatuh begitu saja. "Yotta, ini hanya sia-sia, ibumu tidak ada disini. Ayo pergi kita cari ke tempat lain, atau mungkin saja dia sudah kembali kerumah," ucap Angga memegang bahu gadis itu untuk membuatnya tenang.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai lirik menangis dijalan pulang
Baca
+Pustaka
Izinkan Aku Kembali

Izinkan Aku Kembali

"Dia sudah pergi." "Kok bisa? Aku ingin mengucapkan terima kasih sama dia, Mas. Kalau tidak ada wanita itu, mungkin aku enggak akan bisa sampai ke sini." sesal Anggun. Ia mengingat bagaimana Hanin yang sekuat tenaga membantunya dan meminta pertolongan pada yang lain. "Pokoknya, kalau aku sudah bisa pulang, kita cari dia," imbuhnya.
1052.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai lirik menangis dijalan pulang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status