Rumah Ramaria
Kami mendaftarkan lagi barang-barang apa saja yang sekiranya harus dibeli lagi karena kurang, sebelum seorang wanita paruh baya lewat di depan rumah kami dan menyapa.
“Selamat sore, Mas dan Mba pasutri yang akan tinggal di sini ya? Perkenalkan, saya Rukmi, panggil sama Bu Rukmi. Tinggal di rumah sebelah sana.” Ia menunjuk rumah bergenting warna hijau yang di pekarangannya banyak tanaman.
“Selamat sore, Bu. Kami belum menikah, tapi ya segera. Saya Rama, ini Maria.” Aku menyalami Bu Rukmi, Maria juga.
Hot Chapters