Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Belenggu Rumah Darah

Belenggu Rumah Darah

Tapi ada sesuatu yang membuat langkah kakinya terasa lebih berat saat berjalan menuju pintu utama. Begitu dia membuka pintu, suara engsel yang berderit panjang terdengar, menggetarkan udara di sekitar mereka. Di dalam, bau lembab langsung menyeruak, menyergap penciuman mereka. Arga mengerutkan kening, melihat sekeliling. Ruangan utama rumah itu gelap, meskipun cahaya dari luar masih berusaha masuk melalui celah-celah jendela yang tertutup debu. Lantainya dipenuhi kayu lapuk dan perabotan tua yang berserakan. “Ada yang tinggal di sini, kayaknya enggak, ya?” ujar Bram, setengah bercanda.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
Rumah Risa

Rumah Risa

Pintu terkunci dengan rapat, dan usaha Laras untuk membukanya tidak membuahkan hasil. Saat Laras mencoba untuk mengeksplorasi lebih jauh, dia merasakan ada sesuatu yang mengganggu ketenangan malam. Suara berderak halus terdengar dari dalam rumah, dan cermin besar di ruang utama kembali menarik perhatiannya. Laras merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan cermin tersebut seolah-olah ada sesuatu yang bersembunyi di baliknya.
10853 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
Memar Termanis

Memar Termanis

**** 📍Rumah Rean Di rumah yang terlihat kumuh, dengan dinding penuh bercak noda dan bau pengap bercampur alkohol memenuhi udara, kekacauan sedang berlangsung. Suara teriakan pria parau karena mabuk menggema di ruangan sempit, bercampur dengan suara rintihan kesakitan dari seorang anak kecil.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
Penghuni

Penghuni

potong Andi cepat. "(Kalau kamu tetap keras kepala nggak mau menjual rumah itu, jangan salahkan aku kalau hidupmu dan keluargamu akan hancur! Rumah itu akan jadi bencana buat siapa saja yang tinggal! Tunggu tanggal mainnya, Darmo!)," terjemahku bulat-bulat. Ranti menutup mulutnya. "Ya ampun. Ini ancaman terang-terangan."
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
RUMAHKU ADALAH KAMU

RUMAHKU ADALAH KAMU

“Udah.” Baru setelah itu mesin mobil kembali dinyalakan. Kali ini suasananya lebih ringan. ***** Keesokan paginya, apartemen mereka tidak lagi sunyi. Justru terdengar debat kecil dari dapur. “Kita batalkan aja,” ucap Arsen tenang sambil mengupas apel dan memotongnya menjadi bagian-bagian kecil yang rapi. “Nggak mau!” protes Aira dari kursinya di meja makan, nadanya cepat dan spontan.
10648 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
Seumur Hidup Terlalu Lama

Seumur Hidup Terlalu Lama

"Tidur dulu yang cukup. Nanti setelah terang, baru kita pikirkan kamu mau tinggal di mana—ke rumah orang tuamu atau mencari tempat kos sementara." Uma menunduk, menarik napas panjang. "Aku tidak enak, Rum. Keluargamu sedang kisruh karena masalah Genta. Aku tidak mau menambah masalah dengan menumpang di rumahmu dalam keadaan begini." Uma menunjuk luka-luka di wajahnya. "Di rumahku tidak ada siapa-siapa kok. Papaku sudah menyusul Mama ke Tokyo."
1021.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 662 kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
Pembalasan Sang Dokter Jenius

Pembalasan Sang Dokter Jenius

Yang keluar adalah suara yang berlapis-lapis, serak, kuno, dan penuh dengan amarah yang mendidih. “Rumahku…!!!” Raungan itu begitu kuat dan mengerikan, membuat kaca-kaca jendela di ruangan itu bergetar. Bima dan Guntur hanya bisa menatap ngeri. “Suara apa itu?!” bisik Guntur. Makhluk itu berbicara lagi, setiap katanya adalah sebuah vonis yang dingin. “Seseorang… telah membakar rumahku… mengusirku dari tempat tinggalku…!!!”
1020.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 570 kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
Rumah Atmaja

Rumah Atmaja

Tante Rani bertanya padaku. “Kelas 3 SMP, Tante,” jawabku ramah. “Ricky kelas 3 SMA tapi di Purwokerto. Eh, Jeng, anakmu mbarep ya? Udah sama anakku aja mbontot. Cocok,” celetuk Tante Rani. “Iya kalau orang Jawa bilang katanya mbarep sama mbontot rejekinya lancar, jodoh,” timpal Mama. Mukaku memerah karena malu. Sedangkan Ricky ia tertawa renyah. Ya Tuhan, tolong selamatkan hatiku dari makhluk satu ini. Dia terlalu mempesona.
1019.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 779 kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
Jatah Secangkir Beras Di Rumah

Jatah Secangkir Beras Di Rumah

Aku terbelalak. "Kenapa ibu nggak ngomong langsung sama mas Ilham? Kami nggak punya uang sebanyak itu, Bu." Sahutku. Mbak Meta mendengus. "Jangan bohong kamu. Uang tabungan kalian pasti sudah banyak, toh ibu lihat kalian tidak pernah merenovasi rumah atau belanja apapun. Lihat saja, keadaan rumah kalian bahkan AC rusakpun, tidak kalian betulkan. Rela kepanasan cuma untuk menabung 'kan?" Lanjutnya. Aku tersenyum miris.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status