Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

TRAK TRAK SREET, SREETT TOK, TOK, TOK Suara-suara kayu yang dipalu di atas atap yang roboh dan suara kayu yang sedang di gergaji membuat Kampung Sepuh kali ini ramai, banyak warga dibantu para pekerja pembukaan lahan teh saling bahu membahu memperbaiki kerusakan rumah-rumah mereka, mereka akhirnya senang, rumah-rumah yang rusak kini diperbaiki kembali. Sudah beberapa hari ini warga kampung tidur di rumah yang kondisi nya hancur sehingga angin malam masuk ke rumah bahkan pada saat hujan turun rumah yang bocor menyebabkan seluruh isi rumah basah dan beberapa sampai menginap di rumah tetangga yang rumahnya masih layak.
9.8682.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19.8K kali sebagai gang rumah
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
D'sparage Je
makin diikutin, perjalanan si Ujang bikin makin penasaran. cuman sedikit saran aja sih, perjalanan Nando untuk menaklukkan seluruh negeri di Alam siluman dalam cerita The Destinable Of Light akan memberikan warna yang berbeda buat pembaca, jadi mampirlah sekali-sekali kalo ada waktu ...
Baca Semua Ulasan
Lebih Dari Sekedar Pernikahan

Lebih Dari Sekedar Pernikahan

“Udah malam, Ngga. Nggak usah ditungguin segala. Emangnya kamu nggak capek apa? Lagian sebelum kita nikah juga aku biasa di rumah ini sendiri.” “Nggak papa. Aku sambil main game.” Rangga kemudian mengambil bantal dan tiduran di kursi depan kamar Ratu, sambil memainkan ponselnya. “Tapi, Ra, kok aku ngerasa ada yang beda ya. Rumahmu jadi keliatan lebih luas, atau Cuma perasaanku aja?” “Haha, iya. Kemarin tuh, Papa habis beberes rumah. Mungkin malu kali dikomentarin sama Mama,” balas Ratu tertawa mengenang kejadian tersebut.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
Rumah Tanggaku Hancur karena Mertuaku

Rumah Tanggaku Hancur karena Mertuaku

tanya Aninda. “Sayang,” panggil Rafael dengan lembut sambil mengusap tangan istrinya seolah memberi tanda jangan mulai. “Enggak, maksud aku di rumah ibu. Kalau di rumah setiap hari juga selalu enak, apalagi masakan istriku pasti enak,” jawab Albi dengan cepat. “Lihat saja perutku, karena selalu makan enak jadi tidak terkendali.” imbuh Albi sambil menepuk perutnya.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
Hajatan di Rumah Ibu

Hajatan di Rumah Ibu

jawabku seadanya, tidak berniat memberi ruang lebih untuk pembicaraan ini. Bu Marni masih melanjutkan ceritanya, tapi aku sudah tidak mendengarkan. Pikiranku berkelana ke arah rumah Ibu, membayangkan suasana hajatan yang ramai. Semua saudaraku berkumpul di sana, menikmati gulai kambing dan tawa bersama. Aku? Bahkan aku tahu acara ini dari tetangga, bukan dari keluargaku sendiri.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
Adikku Penghancur Rumah Tanggaku

Adikku Penghancur Rumah Tanggaku

--- # Kehidupan di Garis Kemiskinan Sementara itu, di sebuah gang sempit di pinggiran Jakarta, Adrian sedang berjuang dengan realita baru yang mencekik. Rumah peninggalan kakeknya lebih buruk dari yang ia bayangkan. Atapnya bocor di beberapa bagian, dan dindingnya lembap karena rembesan air tanah.
10689 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
WANITA LAIN DI RUMAHKU

WANITA LAIN DI RUMAHKU

Harganya akan melonjak ribuan persen. "Oke, kalau itu yang kamu mau. Aku nggak masalah. Kasihan juga kalau kamu cuma punya rumah ini tapi nggak punya tempat buat sekadar menyendiri," ujar Adrian dengan nada sombong. Ia merasa Arini benar-benar bodoh karena memilih ruko rongsokan daripada aset lancar lainnya.
4.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
AJUDAN SELEMBE

AJUDAN SELEMBE

Gumelar : Ganjen! Nanang : Curaling!
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
Pelakor Itu Pembantuku

Pelakor Itu Pembantuku

“Iya, Sayang. Kan, aku udah janji nanti malam, aku coba cari kerjaan. Kamu berani enggak sendiri di rumah?” “Ini bukan rumah, Mas. Ini kamar. Kamar sempit, sumpek! Kenapa harus takut, di luar itu juga kamar semua.” “Ok, tapi janji, ya, jangan pernah memasukkan siapapun ke dalam kamar!” “Iya, lagian siapa juga yang mau masuk ke dalam kamar sempit seperti ini!” “Rum, kamu itu cantik! Cantik banget malah. Tubuhmu itu seksi, apalagi pantatmu, Rum! Pokoknya, kamu harus kunci pintu dari dalam, jangan buka meski siapapun yang mengetuk!”
10248.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.7K kali sebagai gang rumah
Tampilkan Ulasan (33)
Baca
+Pustaka
Pemanis Aksara
ceritanya mantap Thor. oh iya izin promosi Thor. boleh mampir ke ceritaku, Kubalas Kesombongan Selingkuhanmu Lunas status tamat dan cerita Kain Basahan Basah di Kamar Mandi status on going. Terima kasih.
Helminawati Pandia
Salam sejuk buat semua reader tercinta terima kasih karena telah sudi membaca cerita saya, tolong bantu up dengan sumbangan gem nya, ya. Mohon dukungannya baca cerita saya yang berikutnya juga. 1. Ketika Istriku Minta Talak 2. Benalu di Rumahku Ketika Suamiku Terkena PHK 3. Nafkah Batin Basi
Baca Semua Ulasan
JODOH DEPAN RUMAH

JODOH DEPAN RUMAH

Lalu lintas yang padat membuat mereka terlambat sampai di rumah. "Kita ke rumah mana dulu nih? " tanya Bagas. "Ke rumah gue saja." Bagas lalu membelokkan mobilnya masuk ke halaman rumah Naura. Terdengar suara yang cukup ramai dari dalam rumah. "Assalamualaikum. Papa, Mama, Naura pulang," ujar Naura sembari nyelonong masuk ke dalam rumah diikuti oleh Bagas.
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
Giok Naga Sang Kultivator Dewa

Giok Naga Sang Kultivator Dewa

Darah para tetua itu mengalir dan mewarnai lantai kediaman kepala keluarga Gong dengan warna merah darah, menebar aroma amis darah yang menguar memenuhi seluruh raungan. Pemandangan mengerikan dengan mayat-mayat tergeletak di atas lantai, dengan kepala mereka yang sudah terlepas dari badannya. Gu Lang memakai kembali topengnya dan melesat pergi meninggalkan kediaman keluarga Gong, dengan tujuan menuju rumah keluarga Xi.
9.318.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 519 kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status