Karma Pedas Sang Mantan
“Aku pikir… sebelum bales dendam, mendingan kita bikin usaha kamu berkembang dulu. Dengan promosiin, pake teknologi, terus yang paling penting: soal rasa.”
Adrian mengerutkan alis samar, tampak bingung. “Rasa?”
Dira mengangguk. Tapi saat ia melihat ekspresi Adrian yang agak kaku dan tatapannya sedikit berubah, ia baru sadar—mungkin Adrian salah paham.
Dan benar saja, Adrian, dengan raut sungguh-sungguh, berkata lirih, “Rasa kamu… ke aku?”
Suasana mendadak hening.
Bab Populer